Namun sayang, pada perekrutan kali ini Pemerintah memastikan tak akan ada perekrutan CPNS untuk guru dan akan menggantinya dengan perekrutan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Hal tersebut dipastikan oleh oleh surat yang dikeluarkan oleh Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia nomor B/1313/M.SM.01.00/2020 tentang pengusulan kebutuhan guru PPPK dan perbaikan usulan ASN tahun 2021.
Di poin pertama surat tersebut tertulis jika seluruh kebutuhan guru di tahun 2021 akan melaui jalur PPPK.
Hal tersebut juga dibenarkan oleh Kasubid Pengadaan dan Pemberhentian Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Pemkot Kotambagu Sulawesi Utara, Alfi Syahrin.
Dirinya mengatakan bahwa tak akan ada perekrutan CPNS
bagi Formasi guru dan sepenuhnya akan diganti dengan PPPK.Sebelumnya, pengajuan seleksi PPPK untuk formasi guru akan diperpanjang hingga 31 Desember 2020.
Hal tersebut dikatakan oleh Pelaksana Tugas Deputi Bidang SDM Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) Teguh Widjinarko.
Jika seluruh usulan telah diterima selanjutnya Kemenpan RB akan melakuakan verifikasi untuk menetapkan formasi berdasarkan analisis jabatan dan analisis beban kerja.
Pemerintah mencatat terdapat sekira satu juta guru yang dibutuhkan untuk tenaga pengajar di Sekolah Negeri.
Pemerintah berharap kebutuhan tersebut akan terpenuhi dengan seleksi PPPK.
Teguh mengatakan bahwa seleksi PPPK ini akan memberikan kesempatan kepada tenaga pengajar honorer mulai dari usia minimal 20 tahun hingga usia 59 tahun.
"Seleksi jalur PPPK ini maka usia pelamar itu bisa dari 20 tahun sampai dengan setahun sebelum batas usia pensiun pada jabatan yang dilamar. Yakni kalau guru itu kira-kira 59 tahun," katanya.
Sumber: portalsulut (PR)
Editor: Ahmad R
Sumber: Portal Sulut