Tenaga Honorer Dihapus, Tenang Guru Honorer Bisa Ikut Seleksi CPNS

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (20/1/2022).
KOMPAS/AHMAD SU'UDI Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (20/1/2022). Beberapa waktu lalu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo memberikan waktu kepada instansi pemerintah untuk menyelesaikan perihal tenaga honorer hingga 2023.

Artinya, nanti tidak ada lagi tenaga honorer di instansi pemerintah. Atau, status pegawai pemerintah mulai 2023 nanti hanya ada dua jenis, yakni Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Hanya saja, masih ada kabar baik bagi tenaga honorer. Sebab, tenaga honorer yang saat ini sudah bekerja di instansi pemerintah akan diangkat menjadi CPNS, tetapi dengan proses seleksi.

Hal itu diungkapkan Plt Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) Mohammad Averrouce.

Menurutnya, pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS itu lebih diprioritaskan bagi:

1. tenaga guru

2. tenaga kesehatan

3. tenaga penyuluh pertanian/perikanan/peternakan

4. tenaga teknis yang sangat dibutuhkan pemerintah

Bagi tenaga guru honorer tentu menjadi kabar baik. Jadi masih ada kesempatan untuk menjadi abdi negara sebagai PNS.

Tentu, semua dengan proses seleksi CASN untuk pengangkatannya. Jadi tenaga honorer yang diprioritaskan itu akan ikut seleksi CPNS.

"Dengan proses seleksi CASN pengangkatannya," ujar Averrouce , Kamis (20/1/202).

Dijelaskan, Averrouce, mengacu PP 48 Tahun 2005 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil, ada sejumlah hal yang perlu dipahami terkait pengangkatan honorer menjadi CPNS tersebut.

Adapun tenaga honorer yang akan diangkat adalah mereka yang memenuhi kriteria usia dan masa kerja, yakni:

1. Tenaga honorer yang berusia maksimal 46 tahun dan mempunyai masa kerja 20 tahun atau lebih secara terus-menerus.

2. Tenaga honorer yang berusia maksimal 46 tahun dan mempunyai masa kerja 10-20 secara terus-menerus.

3. Tenaga honorer yang berusia maksimal 40 tahun dan mempunyai masa kerja 5-10 tahun secara terus-menerus.

4. Tenaga honorer yang berusia maksimal 35 tahun dan mempunyai masa kerja 1-5 tahun secara terus -menerus.

Hanya saja, untuk pengangkatan akan diprioritaskan bagi tenaga honorer dengan usia paling tinggi atau masa pengabdian paling lama.

Sedangkan kriteria lama masa pengabdian tidak diberlakukan bagi pegawai honorer tenaga dokter yang telah atau sedang bertugas di unit pelayanan kesehatan milik pemerintah.

Namun selama mereka masih berusia di bawah 46 tahun dan bersedia ditugaskan di tempat terpencil minimal 5 tahun, maka ia akan diangkat menjadi CPNS setelah lulus seleksi.

Lebih lanjut, Averrouce mengatakan, mengacu PP 48/2005, seleksi itu meliputi seleksi:

  • administrasi
  • disiplin
  • integritas
  • kesehatan
  • kompetensi

"Seleksi ini akan diberlakukan bagi semua pegawai honorer yang ingin diangkat menjadi CPNS," jelasnya.

(Sumber: Kompas/Dandy Bayu Bramastya, Lutfia Ayu Azanella | Editor: Rendika Ferri Kurniawan, Sari Hardiyanto)