BSSN Ungkap Alasan Politeknik Sandi Negara Hanya Terima Taruna Pria

 Para taruna pria Politeknik SSN (Dok. Politekssn)

Para taruna pria Politeknik SSN (Dok. Politekssn)

Sekolah kedinasan Politeknik SSN atau Siber dan Sandi Negara (SSN) disorot karena hanya membuka pendaftaran mahasiswa baru hanya untuk pria. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) selaku penyelenggara mengungkap alasan mengapa Poltek SSN hanya menerima mahasiswa baru pria saja.

Awalnya, juru bicara BSSN Ariandi Putra menjelaskan bahwa secara umum tidak ada persyaratan khusus seperti jenis kelamin untuk menjadi taruna Poltek SSN. Bahkan saat ini Poltek SSN masih diisi oleh taruni (mahasiswi putri).

"Secara umum, tidak ada persyaratan khusus tentang jenis kelamin untuk mendaftar menjadi taruna Poltek SSN. Komposisi perbandingan taruna Poltek SSN saat ini adalah 66,40% putra dan 33,60% putri. Bahkan untuk angkatan 2019, komposisi taruna putri lebih banyak (52,57%) daripada taruna putra (47,43%)," kata Ariandi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/4/2022).

Namun ada perbedaan untuk tahun ini. Tahun ini Poltek SSN hanya menerima taruna putra atas dasar kebutuhan dan alokasi.

"Khusus pada 2022, atas dasar kebutuhan dan alokasi, penerimaan Poltek SSN hanya menerima taruna putra. Tidak menutup kemungkinan tahun depan, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya Poltek SSN menerima taruna putra dan putri," ungkapnya.

Dia juga mengungkap data komposisi pegawai BSSN yang saat ini juga masih diisi oleh pegawai wanita. Komposisi pegawai ini tidak hanya berasal dari Poltek SSN, tetapi juga dari luar Poltek SSN.

"Sementara untuk komposisi pegawai BSSN saat ini terdiri dari 67,67% pria dan 32,33% wanita. Pegawai BSSN tidak hanya bersumber dari Poltek SSN, namun BSSN juga melakukan rekrutmen pegawai melalui jalur penerimaan CPNS umum. Pada tahun 2021, BSSN melakukan penerimaan CPNS dengan hasil 66,67% pegawai pria dan 33,33% pegawai wanita," ujarnya.

"Selain itu, BSSN juga melakukan penerimaan melalui jalur formasi prestasi dengan hasil 80% pegawai pria dan 20% pegawai wanita," sambungnya.

Poltek SSN Hanya Terima Taruna Pria Disorot

Poltek SSN membuka pendaftaran mahasiswa baru namun hanya untuk pria. Pembuka pendaftaran 9-30 April 2022. Peluang diperuntukkan bagi siswa lulusan SMA/MA/SMK yang memenuhi syarat.

Politeknik SSN hanya menyediakan 100 formasi untuk pendaftaran 2022. Kuota ini tercantum dalam Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor B/510/M.SM.01.00/2022 tanggal 18 Maret 2022.

Syarat dan dokumen daftar Politeknik SSN di halaman selanjutnya.

Syarat dan dokumen daftar Politeknik SSN

A. Persyaratan Umum

1. Warga Negara Indonesia (WNI) yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia dan taat kepada Pancasila, UUD 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

2. Pria, dengan usia minimal 17 (tujuh belas) tahun dan tidak melebihi dari 21 tahun pada tanggal 31 Desember 2022.

3. Siswa Kelas XII atau lulusan:

- SMA Jurusan IPA

- Madrasah Aliyah Jurusan IPA

SMK Teknik Elektronika

- Teknik Audio Video

- Teknik Elektronika Industri

- Teknik Elektronika Daya dan Komunikasi

SMK TI bidang keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi

- Rekayasa Perangkat Lunak

- Teknik Komputer dan Jaringan

- Sistem Informatika, Jaringan dan Aplikasi

4. Nilai Matematika dan Bahasa Inggris (Teori/Pengetahuan) masing-masing minimal 80 (Delapan Puluh) pada semester IV dan V, menyertakan surat keterangan konversi nilai rapor skala 0-100 yang telah dilegalisasi dan ditandatangani oleh Kepala Sekolah bersangkutan (bila nilai rapor menggunakan skala huruf).

5. Menyertakan transkripsi nilai rapor dalam bahasa Indonesia (bagi sekolah yang menggunakan selain bahasa Indonesia).

6. Sehat jasmani dan rohani, tidak buta warna (partial maupun total), tidak cacat fisik dan mental, serta tidak memiliki penyakit bawaan dan/atau menular yang dapat mengganggu proses belajar.

7. Tinggi badan minimal 165 (Seratus enam puluh lima) cm dengan berat badan seimbang yang dibuktikan dengan surat hasil pemeriksaan dari dokter Puskesmas setempat.

8. Tidak bertato/bekas tato dan tidak bertindik/bekas tindik, kecuali yang disebabkan ketentuan agama/adat.

9. Apabila berkacamata, maksimal ukuran 1 baik plus (+) atau minus (-) serta tidak silindris;

10. Belum menikah yang dibuktikan dengan surat keterangan dari Lurah dan bersedia tidak menikah selama mengikuti pendidikan di Poltek SSN.

11. Belum pernah punya anak biologis;

12. Tidak pernah putus studi/drop out (DO) dari Poltek SSN dan/atau Perguruan Tinggi Kedinasan Kementerian/Lembaga lainnya.

13. Tidak sedang menjalani Ikatan Dinas dengan Instansi lain.

14. Bersedia membayar biaya pelaksanaan seleksi SKD yang dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) sesuai PP Nomor 63 Tahun 2016 sebesar Rp 50.000.

15. Setelah lulus pendidikan, bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan bersedia bekerja selama 1x24 jam dengan sistem shift.

16. Setelah lulus pendidikan, bersedia menjalani Ikatan Dinas selama 10 tahun.

Anggota Komisi I DPR Hillary Brigitta Lasut, yang ditanya soal isu ini, mengaku terkejut. Dia menuntut penjelasan.

"Saya baru dengar. Ini jelas diskriminatif kalau tidak ada landasan kuat," kata Hillary kepada wartawan, Kamis (7/4/2022).

Hillary menyayangkan hal itu karena, menurutnya, banyak perempuan yang memiliki kemampuan setara dengan laki-laki. Dia meminta BSSN memberikan penjelasan terkait hal ini.

"Banyak kok perempuan-perempuan hebat yang mampu untuk bersaing di dunia sandi dan siber. Kemampuan IT dan integritasnya tidak kalah dengan laki-laki," ujarnya.

"Saya akan minta penjelasan kepada Kepala BSSN terkait kebijakan yang diambil apakah memang berdasarkan pada kebutuhan atau tindakan diskriminatif belaka," lanjut Hillary.

Anggota DPR termuda ini meminta BSSN tidak menutup kesempatan bagi perempuan. Menurutnya, perempuan justru harus diprioritaskan.

"Jangan menutup kesempatan buat kaum perempuan. Ini hal yang patut dikecam agar tidak dicontoh oleh institusi lain. Saya berharap ini tidak benar dan mungkin hanya kesalahan administrasi. Perempuan tidak perlu diberi karpet merah tetapi tidak boleh ditutup jalannya," ucapnya.

Hillary menegaskan tidak ada alasan politeknik membatasi pendaftaran hanya untuk pria. "Permintaan dan jurusannya juga di belakang meja. Secara fisik tidak ada alasan. Politeknik membatasi hanya pria," tuturnya.

(rdp/tor)detik